Variasi Background Powerpoint untuk Presentasi Lebih Menarik

Powerpoint adalah tayangan andalan bagi hampir setiap insan di kancah akademik. Selain Powerpoint berfungsi sebagai aplikasi tayangan presentasi, cara menggunakannya pun mudah dan simpel.

Menggunakan Powerpoint, kita dapat dengan mudah menikmati aplikasi Powerpoint dengan berbagai background yang menarik pula. Berikut ini adalah Background Powerpoint yang bisa Anda download agar menjadikan setiap presentasi yang Anda buat semakin menarik.

Berikut ini Background Powerpoint yang menarik untuk ditampilkan dalam presentasi Anda:

1. Apel dan Penggaris
Background Powerpoint Apel dan Penggaris cocok untuk Anda yang bergelut di dunia pendidikan.


Unduh disini:
Apel dan Penggaris

2. Lemon
Background Powerpoint Lemon membuat semakin fresh tampilan dan pikiran audiens saat menyimak presentasi Powerpoint Anda.


Unduh disini:
Lemon

3. Kardus
Background Powerpoint Kardus sangat kreatif dan out of the box. Bagi sebagian orang akan selalu menampilkan hal-hal yang unik pada setiap presentasi yang dibuat, untuk menunjukkan betapa kreatifnya diri.


Unduh disini:
Kardus

Semoga bermanfaat!
Background Powerpoint ini akan menjadi teman percaya diri Anda saat tampil dihadapan banyak orang.

Iklan

Maincourse

Pengertian

Maincourse merupakan hidangan utama dari beberapa bahan utama yang disajikan beserta pelengkap. Di Amerika Utara dan Inggris maincourse disebut hidangan entree. Terkadang disebut juga hidangan daging. Maincourse merupakan menu paling bergizi dibanding menu lainnya dalam satu set menu makan. Bahan-bahan utama hidangan ini  biasanya menggunakan daging, ikan atau unggas. Untuk para vegetarian digunakan bahan yang menyerupai daging atau daging sintesis yang terbuat dari gluten tumbuhan.

Maincourse biasanya disajikan dengan saus yang cocok yang jenis makanannya. Saus ini dapat disajikan langsung di atas makanannya ataupun disajikan terpisah dengan menggunakan gravy boat ( saus boat = berbentuk perahu). Jenis saus yang disajikan bisa terdiri dari saus putih, saus coklat, saus minyak atau pengembangan-pengembangan dari saus tersebut.

Maincourse selalu disertai pendamping (side disie, nasi atau ) berupa hidangan dari jenis-jenis sayuran dan kentang atau sumber yang lain karbohidrat seperti spaghetti, mie, nasi atau umbi-umbian lain. Hidangan yang dapat disajikan sebagai mincourse sangat bervariasi, mulai dari hidangan salad, hidangan sup, hidangan telur, hidangan  keju, hidangan pasta dan sayuran, hidangan dari fish and shelfish, hidangan poultry and chicken, hidangan dari beef, hidangan dari pork, hidangan dari lamb, hidangan dari veal, hidangan game and offal.

 

Fungsi Main Course

  1. Sebagai hidangan utama dalam satu set menu
  2. Sumber energi bagi tubuh
  3. Sumber asupan protein

 

Sifat Maincourse

  1. Mengenyangkan
  2. Banyak kalori dan serat
  3. Bervariasi

 

Porsi Maincourse

Porsi bahan utama maincourse untuk masing-masing jenis bahan berbeda-beda, tergantung pada jenis menu yang akan disajikan apakah porsi utuk menu table D’hote atau menu ala carte. Tabel berikut merupakan penuntun untuk porsi masing-masing bahan utama maincourse:

 

 

Tabel 1.2 Penuntun Porsi untuk Potongan beef

 

NO Item Fixed Menu Ala Carte
1 Chateubriand 200 gr 250 gr
2 Tournedos 180 gr 200 gr
3 Fillet Steak 180 gr 200 gr
4 Fillet Mignon ( each pieces) 30 gr 50 gr
5 Rump Steak 180 gr 200 gr
6 Sirloin steak Minutes 150 gr 200 gr
7 Sirloin Steak 150 gr 200 gr
8 Sirloin Steak Double 300 gr 400 gr
9 “T” Bone Steak 200 gr 300 gr
10 Fillet Stew 120 gr 150 gr
11 Boiled Beef 150 gr 250 gr
12 Braised Beef 150 gr 180 gr
13 Roast Beef 120 gr 200 gr

 

Tabel  1. 3 Penuntun untuk Porsi Hidangan Veal VEAL (BONE OFF)

No Item Fixed Menu Ala Carte
1 Escalope Natural 120 gr 150 gr
2 Escalope To Breadcrumb 100 gr 120 gr
3 Chop 150 gr 180 gr
4 Minced 100 gr 150 gr
5 Stew 150 gr 250 gr
6 Roast 120 gr 150 gr
7 Escalopines(2x 60/3×40 gr) 120 gr 120 gr
8 Sirlois Steak Double 200 gr 400 gr
9 “T” bone Steak 200 gr 300 gr
10 Fillet Stew 120 gr 150 gr
11 Beef Boiled 150 gr 250 gr
12 Braised Beef 150 gr 180 gr
13 Roset Beef 120 gr 200 gr

 

Tabel  1. 4 Penuntun untuk Porsi Hidangan  dari Veal ( Bone in)

No Item Fixed Menu Ala Carte
1 Cutlet 200 gr 250 gr
2 Roast 150 gr 200 gr
3 Bonned and Stuffed 100 gr 120 gr
4 Plus Stuffing 50 gr 50 gr
5 Caso Euco (2×150 gr) 300 gr 350 gr

 

Tabel  1. 5 Penuntun untuk Porsi Hidangan dari Lamb and Mutton

No Item Fived Menu Ala Carte
1 Chop 180 gr 250 gr
2 Roast 200 gr 250 gr
3 Cutlet 200 gr 250 gr
4 Fillet of Lamb 120 gr 150 gr
5 Rosettes of lamb 120 gr 200 gr
6 Stew 150 gr 220 gr
7 Roast (Bonned and rolled) 180 gr 200 gr
8 Roast(bonned, stuffed and rolled) 150 gr 180 gr

 

Bahan Utama untuk Pengolahan Hidangan Maincourse

  1. Unggas (Poultry): Ayam (chicken Dishes), Kalkun
  2. Daging (Meat)
  3. Telur (Egg)
  4. Ikan (Fish) dan Seafood: Kerang-kerangan, Udang, Cumi-cumi, Kepiting
  5. Binatang buruan (Game): Babi, Rusa

Tata Boga: Apa Saja yang Bisa Dipelajari?

A. Tahapan Pembelajaran Tata Boga

  1. Persiapan (Prepare)

Hal-hal yang harus dipersiapkan seorang juru masak atau chef sebelum melakukan pengolahan adalah persiapan diri, persiapan alat, persiapan bahan, dan persiapan ruang kerja atau dapur.

Persiapan seorang chef meliputi knowledge dan Mice en Place:

  1. Pengetahuan tentang bahan: sayuran, unggas, daging, telur, dan seafood
  2. Pengetahuan tentang bumbu dan rempah: bumbu putih, bumbu merah, bumbu kuning
  3. Pengetahuan tentang alat: peralatan masak dan peralatan saji
  4. Pengetahuan teknik dasar memasak: panas basah (Moist Heat Cooking), panas kering (Dry Heat Cooking), panas dengan menggunakan lemak (Cooking by Fat)
  5. Pengetahuan dapur (Kitchen): Tata letak / bentuk dapur
  6. Mice en place: Persiapan diri, badan, dan perlengkapan wajib seorang chef.

 

  1. Pengolahan (Cooking)

Hal utama yang harus diketahui seorang chef setelah melakukan prepare adalah pedoman memasak, yaitu resep atau juga biasa disebut Job Sheet. Resep adalah pegangan setiap chef untuk membuat perencanaan belanja bahan, perencanaan alat, perencanaan tertib kerja, dan perencanaan penyajian.

 

  1. Penyajian (Plating)

Masakan yang sudah selesai dimasak kemudian disajikan untuk menjadi sebuah hidangan siap santap. Hal yang menyangkut penyajian adalah peralatan saji, hiasan hidangan (garnish), dan kemasan.

 

  1. Penjualan (Selling)

Sebelum masakan dijual, maka seseorang harus menghitung harga jual berdasarkan biaya produksi dan berapa profit yang ingin dicapai. Rumus menentukan Harga Jual (HJ) adalah sebagai berikut:

 

Harga Jual = Biaya Produksi  + % Profit  

Hasil jadi masakan

 

Biaya Produksi meliputi Biaya Bahan+BBM+Tenaga+Biaya Susut Alat

 

B. Klasifikasi Hidangan

  1. Hidangan Kontinental

Hidangan Kontinental adalah hidangan yang berasal dari Eropa. Karakteristik hidangan Kontinental adalah penggunaan bumbu yang sederhana pada setiap hidangan.

 

  1. Hidangan Oriental

Hidangan Oriental adalah hidangan yang berasal dari Asia. Karakteristik hidangan Oriental adalah penggunaan bumbu dan rempah yang kompleks.

 

  1. Hidangan Patiseri

Hidangan Patiseri adalah hidangan rerotian, dessert, puding, es krim, dan jajan pasar.

 

C. Urutan Sajian Hidangan

  1. Appertizer: hidangan pembuka

Karakteristik hidangan: asin, gurih, pedas, asam, porsi sedikit

 

  1. Soup: hidangan pembangkit selera makan

Karakteristik hidangan:  asin, gurih, aroma harum menggugah, porsi sedikit

 

  1. Maincourse: hidangan utama

Karakteristik hidangan: asin, gurih, pedas, porsi banyak

 

  1. Dessert: hidangan penutup

Karakteristik hidangan: manis, porsi sedikit

 

Sumber: Pelajaran selama SMK (3 tahun) dan S-1 (4 tahun)

Moist Heat Cooking

Pengertian

Metode Moist Heat Cooking adalah metode memasak bahan makanan dengan menggunakan bahan cairan sebagai perantara/ penghantar panas, disebut juga dengan metode panas basah.

 

Macam-macam

  1. Boiling

            Boiling (merebus) adalah cara memasak dalam cairan yang sedang mendidih, cairan yang digunakan biasanya adalah air kaldu (stock), santan, susu, sirup dan air. Gelembung cairan yang mendidih terlihat hingga nampak gelembung memecah dipermukaan yaitu cairan mencapai titik didih 100oC.

Teknik olah yang termasuk dalam boiling adalah simmering dan blanching. Simmering yaitu  proses pemasakan bahan makanan dengan menggunakan media bahan cair ang direbus perlahan-lahan dengan suhu didih 95oC-98oC.

Perbedaan antara boiling dengan simmering terletak pada gejolak bahan cair pada saat proses perebusan, pada proses boiling bahan cair bergejolak dengan cepat  sedangkan pada simmering gejolaknya sangat perlahan karena api yang yang digunakan pada proses pemasakan sangat kecil sehingga hanya menghasilkan suhu 95oC-98oC.

Blanching adalah proses dimana bahan makanan dalam waktu yang singkat dimasak dalam bahan cair mendidih, kemudian segera diangkat (khusus untuk sayuran yang diblanching dengan air, sayuran langsung dimasukkan dalam air dingin atau air es untuk menghentikan proses pemasakan serta mencerahkan warna bahan makanan khususnya jenis sayuran).

 

 

2. Poaching

            Poaching adalah prinsip pengolahan makanna dimana bahan makanan yang diolah terendam dalam bahan cair yang dipanaskan pada suhu di bawah titik didih. Dalam pengolahan dengan teknik ini bahan cair sebagai media perebus tidak boleh sedikitpun bergejolak (bahan cair harus tetap tenang).

 

 3. Steaming

Steaming ialah mengolah bahan makanan menggunakan uap air mendidih dalam suatu tempat yang tertutup, disebut juga dengan teknik mengukus.

Bahan makanan yang akan diolah dengan teknik steaming bentuknya tidak boleh terlalu besar khususnya untuk umbi-umbian, buah-buahan, ikan. Bahan makanan berupa padi-padian seperti beras harus melalui proses perebusan/ boiling menjadi aron atau beras direndam selama 24 jam.

Suhu air  yang digunakan harus mendidih (1000C) terlebih dahulu agar makanan yang diolah mencapai hasil maksimal.

 

4. Braising

Braising adalah teknik pengolahan makanan dimana bahan makanan yang diolah separuhnya harus terendam bahan cair serta diolah dengan api kecil dalam wadah tertutup.

Teknik braising dapat dilakukan di atas kompor maupun dengan menggunakan oven dan bahan makanan harus ditempatkan pada wadah yang tertutup. Sayuran yang akan diolah dengan teknik braising harus melalui teknik blanching terlebih dahulu.

 

5. Stewing

Stewing adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis, sedangkan bumbunya tidak ditumis.  Proses memasak ini dilakukan perlahan-lahan dalam cairan atau saus dalam jumlah hampir sama dengan bahan yang dimasak. Bahan cairan yang dipakai antara lain susu, santan, stock, dan lain-lain.

Cairan bisa dikentalkan sebelum proses stewing berlangsung, sedangkan garam sebaiknya dimasukkan pada akhir proses stewing. Hal ini disebabkan karena di dalam daging dan sayuran sudah terkandung daging didalamnya. Bahan makanan yang bersifat  kasar sangat cocok untuk dilakukan dengan proses stewing. Hasilnya menjadi empuk dan tidak kering. Pertukaran rasa antara bahan makanan dan bumbu yang mungkin yang memungkinkan waktu mengolah lebih lama dan panjang.

Mise en Place

  1. Pengertian

Mise en Place adalah usaha mengatur segala sesuatu sebelum melakukan kegiatan di dapur.

 

  1. Prinsip
    1. Bersih
    2. Rapi
    3. Teratur
    4. Mempunyai daya tarik
    5. Sesuai dengan macam dan kebutuhan
    6. Disiapkan sebelum memasak

 

  1. Tujuan
    1. Lancar dan teratur
    2. Tepat pada waktunya
    3. Mudah dan menyenangkan bagi juru masak dan bagi orang yang melihatnya
    4. Memusatkan perhatian pada pekerjaan
    5. Menghemat waktu (efisien)

 

  1. Faktor Penunjang Keberhasilan Juru Masak
    1. Menguasai berbagai teknik pengolahan
    2. Mempunyai pengetahuan tentang menu
    3. Mempunyai wawasan luas tentang keterampilan memasak
    4. Mengetahui fungsi dapur dan peralatan

 

  1. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Juru Masak
    1. Memakai seragam memasak/ jas cook
    2. Kuku bersih dan kuku dipotong pendek
    3. Bila bersin tidak menghadap pada makanan
    4. Cuci tangan sebelum dan sesudah memasak
    5. Rambut tertutup tidak terurai
    6. Tidak banyak berbicara saat memasak
    7. Mencicipi masakan menggunakan sendok
    8. Tidak menggunakan perhiasan berlebihan (tidak menggunakan cincin, gelang)
    9. Memakai kelengkapan seragam yang lengkap (personal hygiene)
      • Kerpus (topi)
      • Scraf (optional)
      • Jas cook
      • Apron (celemek)
      • Celana hitam non jeans
      • Sepatu bertumit rendah
      • Serbet tangan

Air di atas Jembatan

dari gambarwallpaper.fondecranhd.net

Air dan Jembatan Kayu (sumber: gambarwallpaper.fondecranhd.net)

Hari ini kuliah selesai menjelang sore, selepas sholat dzuhur saya bergegas menuju pelataran parkir dipojok jurusan. Awan mendung menggelayut, semakin siang semakin gelap seperti waktu sudah hampir maghrib. Beruntunglah masih turun hujan, bulan ini baru bulan-bulan penghujan. Beberapa hari lalu cuaca panas sekali, tapi alhamdulillah masih ada jatah hujan di bulan basah tahun ini. Maklumlah, jadwal cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, efek manusia yang dzalim dengan bahasa kerennya global warming. Huh, yang salah siapa yang mengeluh siapa? Ya manusia sendiri yang dzalim, akhirnya alam memberikan dampaknya. Memang penyesalan selalu datang belakangan. Tapi, selama matahari masih terbit dari timur dan tenggelam diufuk barat, in syaa Allah masih ada kesempatan untuk memperbaiki.

Motor Honda Star hitam yang sedari SMK kelas XII menemani perjalanan ku alhamdulillah masih mampu membersamai ku hingga semester empat. Meski tidak sebagus punya yang lain, tapi dia sangat berjasa mengantarkan ku kemana-mana. Hehe… Tapi sekarang dia sudah pergi, karena sering sakit-sakitan. Akhirnya setelah selesai PKL, Tamtam digantikan dengan Prabu, Honda Supra Biru. Tapi, ada satu kenangan manis bersama Tamtam yang saya masih ingat betul.

Siang itu diatas langit utara awan hitam mulai bergerak ke selatan. Hawa dingin menyelinap, pertanda akan segera jatuh butiran-butiran hujan. Tamtam dengan nafas payahnya berusaha melaju dengan kecepatan puncak, berharap bisa mengantarkan saya sampai rumah dengan segera. Beberapa kilometer terlewati, gerimis mulai saling berpacu. Semakin kencang laju Tamtam, gerimis pun terasa semakin kerap. Berhentilah Tamtam mengajak saya ketepi jalan untuk memberikan waktu saya mengenakan jas hujan. Tak lama kemudian segera Tamtam melaju sekuat tenaga.

Sampai di ringroad utara sisi Jogja, Tamtam mulai kedinginan. Nafasnya payah dan mulai batuk-batuk. Saya kawatir sekali, karena tadi kami sempat melewati genangan air sekitar dua puluh senti tingginya. Akhirnya saya mengajak Tamtam untuk berjalan pelan-pelan, sembari dia mengatur nafasnya yang mulai tak karuan. Sedih rasanya, kawatir dan takut kalau Tamtam pingsan ditengah jalan. Apa yang bisa saya lakukan jika Tamtam pingsan ditengah jalan? Gerimis mulai menghilang dan bergantian dengan hujan, semakin lebat!

Sambil menenangkan hati dan berusaha terus berpikir positif saya mengajak Tamtam berjalan perlahan. Diiringi batuk-batuk kecil Tamtam, hati mulai tak karuan. Bibir yang mulai kebiruan terus bergerak komat kamit meminta bantuan Sang Pemilik Hujan. Laa illaha ilallah… Laa illaha ilallah… Laa illaha ilallah… Kalimat ini tak henti-hentinya terucap. Saya benar-benar pasrah ketika melihat kenyataan si Tamtam harus dipaksa lewat jembatan yang ternyata diatasnya menggenang tinggi air hujan. Air selutut! Ya Allah… Pasrah, hati ini berikrar. Batuk Tamtam terasa makin sakit didengar. Maklumlah Tamtam buatan tahun sembilan puluhan, mungkin sebelas dua belas dengan usia saya. Adek-adeknya Tamtam udah banyak banget, lebih kece-kece dan lebih canggih-canggih. Tapi ya sudahlah, bukan bermaksud tak mensyukuri  keberadaan Tamtam, tapi dia sangat berharga bagi saya.

“Ya Allaah… Hamba mohon, sampaikanlah kami dengan selamat sampai di rumah. Jangan macet ya Allaah… Plisssss”

Saya merengek sama Allah, dilanjut komat kamit mantra sakti saya … Laa haulaa wa laa quwata illa billaah … Laa haulaa wa laa quwata illa billaah … Laa haulaa wa laa quwata illa billaah … Terus tak henti-henti, meski bibir terasa kaku menahan dingin yang sangat. Ternyata hujan lebat tak kunjung mereda. Saya mencoba menetah Tamtam agar terus berusaha jalan menerjang genangan air di atas jembatan itu. Jembatan ringroad utara barat UTY.

Hati sedikit lega karena Tamtam berhasil melewati genangan air selutut itu dengan lancar, meski pelan-pelan, saya bersyukur karena Tamtam tidak pingsan ditengah jalan… Alhamdulillah… Masyaa Allaah…

Saya sempat berpikir, sedangkan mulut masih komat kamit membaca mantra sakti itu. Allah itu tidak mungkin ingkar janji, masa iya Allah mau bo’ong? N g g a  m u n g k i n  l a h !!! Saya masih teringat dengan ucapan mentor saya, yang ucapannya itu berasal dari Al Qur’anul karim. “Allah akan menolong dan memudahkan setiap urusan hamba yang menolong urusan agama-Nya” (QS. Muhammad: 7). Saya yakin betul janji Allah itu. Bahkan hingga hari ini saya masih ingat dimana bagaimana mentor saya mengucapkan kalimat ini. Yaa Allaah… jagalah mentor kami, mudahkanlah urusannya… dan kumpulkanlah kami kelak di taman syurga-Mu.

Saya memang bukan siapa-siapa, bahkan kalau ditanya “Memang kamu sudah bantu urusan agama Allah yang mana? Apanya? Seberapa?”

Saya akan menjawab, “Saya belum melakukan banyak hal untuk urusan agama Allah, bahkan sepertinya saya tidak melakukan apa-apa. Saya bukan siapa-siapa. Saya belumlah apa-apa jika dibanding dengan orang-orang dahulu, yang benar-benar nyata menolong urusan agama-Nya”

Hati dan pikiran sejenak terdiam. Hening dan bungkam.

Saya hanya berusaha memperbaiki diri saya dan berusaha mengajak orang lain yang mau untuk berubah menjadi lebih baik lagi, bersama saya. Saya ingat kalimat seseorang, saat kita memperbaiki diri sejatinya kita sedang membantu orang lain menjadi lebih baik lagi. Itulah ihktiar saya untuk dapat menolong agama Allah. Sederhana bukan?

Begitulah… Saya merasakan, benar-benar merasakan dahsyatnya betapa Allah itu dekat! Amat dekat lebih dari kedekatan urat nadi dileher kita. Saya kadang tertawa sendiri mengingat rengekan saya sama Allah waktu itu, masa saya minta sama Allah ngga sopan banget… Astaghfirullah… Mintanya maksa banget, pake kata-kata “plisssss ya Allaah”. Inilah tanda deklarasi saya, bahwa saya memang benar-benar tak berdaya tanpa bantuan pertolongan-Nya…

Inilah sekeping kisah saya dijaman kuliah dulu, kalau tidak salah semester empat. Jika Allah ijinkan, saya akan berbagi kisah saya yang lainnya dilain kesempatan … Daaaaan, ending dari cerita ini adalah… Saya sampai rumah dengan selamat tanpa macet, meski sempat rasanya Tamtam mau macet. Satu kata yang mewakili perasaan saya adalah “alhamdulillah“.

Semoga menginspirasi Anda dan semakin yakin akan pertolongan Allah yang nyata :’)

Media Pembelajaran Kue Nusantara

Kue Nusantara memiliki beragam jenis dan filosofinya. Indonesia sangat kaya dengan potensi alam dan sumber dayanya. Bermacam-macam kue dapat diolah oleh masyarakat Indonesia. Bahan utama pembuatan kue-kue nusantara adalah beras, tepung beras, ketan, tepung ketan, tepung terigu, tepung hunkwe, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Media pembelajaran ini adalah salah satu pengembangan media dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan internet. Buku Resep Digital Kue Nusantara dibuat untuk siswa SMK Jurusan Jasa Boga khususnya, dan bagi siapa saja yang tertarik dalam bidang boga.

Silahkan klik Buku Resep Digital Kue Nusantara , semoga bermanfaat !